Saksi Diminta Edy Menerimakan Amplop Coklat

Posted: October 2, 2011 in Uncategorized

*Sidang Lanjutan Jalingkos
SEMARANG- Mantan Ajudan Bupati Tegal Agus Riyanto, Khaula Mafthori, mengaku pernah diminta mantan Kabag Agraria yang kini terpidana kasus jalingkos, Edy Prayitno SH M Hum, untuk menerimakan sebuah amplop coklat dari staf Edy, Budi Haryono di halaman rumah Hasan Suryadi, 11 Oktober 2006. Sesuai testimoni Edy, uang tersebut adalah aliran dari uang korupsi jalingkos untuk operasional Bupati senilai Rp 190 juta.

Pernyataan Mafthori ini terungkap dalam fakta persidangan jalingkos dengan terdakwa Bupati (non-aktif) H Agus Riyanto S Sos MM, Jumat (30/9) di Pengadilan Tipikor Semarang. Ketika ditanya soal isi amplop coklat tersebut, saksi tidak bisa memastikannya. “Saya tak membukanya, jadi saya tak tahu persis apa isinya. Mungkin uang, tetapi pastinya saya tak melihat wujudnya,” tutur saksi.

Soal kronologi kejadian, awalnya pria asal Purwokerto ini mengaku dihubungi Edy Prayitno via ponsel, memintanya merapat ke rumah Hasan Suryadi. Saat tiba di rumah Hasan yang berlokasi di Jalan Ir Djuanda, Kelurahan Pakembaran, Slawi, di situ sudah ada Edy Prayitno dan Hasan sendiri selaku tuan rumah. Lantas, Edy pun meminta Mafthori untuk menerimakan uang dari saudara Budi Haryono, yang tengah dalam perjalanan ke rumah Hasan. “Ketika Budi Haryono telah sampai di pintu gerbang rumah Hasan, Edy pun meminta saya menemuinya dan menerimakan sebuah amplop coklat dari Budi, dan selanjutnya saya serahkan kepada Edy di dalam rumah,” terangnya.

Setelah diserahkan ke Edy, saksi pun diminta menandatangani kwitansi serah terima. Selanjutnya, Edy meminta saksi memberikan uang tersebut kepada Agus Riyanto selepas pulang haji, yakni pertengahan Januari 2007. “Saya menaruhnya di ruang kerja Bupati selepas beliau pulang haji,” tambahnya.

Terhadap keterangan tersebut, Penasihat Hukum terdakwa menyoal beberapa hal yang dianggap janggal. Pertama adalah terkait tenggang waktu antara penyerahan amplop dari Edy ke saksi dengan penyerahan dari saksi ke rumah dinas Bupati. Kalau transaksi pertama terjadi pada 11 Oktober 2006, sementara Bupati baru pulang haji pada pertengahan Januari 2007, maka ada selang waktu tiga bulan dari alur amplop yang diduga uang tersebut. “Pertanyaan saya, selama tiga bulan itu, di mana amplop coklat itu disimpan? Kedua, apakah yang menurut saksi diserahkan ke Bupati adalah amplop yang sama dengan yang diserahkan Edy pada saksi. Jeda waktu penyerahan yang selama itu tentu layak dipertanyakan. Lantas, siapa yang bisa menjamin, bahwa amplop yang katanya diserahkan ke Bupati itu adalah sama dengan amplop yang diterima saksi dari Edy pada Oktober 2006. Semua ini memunculkan banyak tanda tanya,” papar Agus Nurudin.

Sementara, terdakwa Agus Riyanto ketika diklarifikasi oleh Ketua Majlis Hakim Noor Ediyono, mengaku tak menerima amplop coklat tersebut. Terkait lain-lain yang disampaikan saksi, terdakwa pun menyatakan tidak tahu. “Ketika pulang dari ibadah haji, pertengahan Januari 2007, saya tidak menerima amplop coklat sebagaimana dinyatakan saksi. Saya juga tak melihat barang tersebut ada di ruang kerja,” tandasnya.

Dipinjam Nama
Di luar soal aliran uang jalingkos, kepada majlis hakim, saksi pun menyampaikan keterangan soal tanah di belakang RSU Soeselo yang dalam kasus jalingkos jilid dua ini didakwakan kepada Agus Riyanto. Menurut saksi, dirinya cukup mengetahui keberadaan dan status tanah tersebut, karena namanya pernah dipinjam oleh Edy Prayitno untuk melakukan Akte Jual Beli (AJB) tanah senilai Rp 370 juta tersebut. “KTP saya pernah dipinjam Edy untuk pembelian tanah di belakang RSU. Edy yang menyuruh saya melakukannya. Selang beberapa waktu, saya diminta Edy ke notaris untuk pengalihan nama,” jelasnya.

Sesuai fakta persidangan sebelumnya, status tanah tersebut kini telah dimiliki oleh adik Edy Prayitno, yakni Edi Handoko. Di atas tanah tersebut kini telah dibangun sebuah rumah makan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s