Langkah Pemkab Tegal Paska Penetapan Bupati sebagai Tersangka oleh Kejati

Posted: May 1, 2011 in Kabar
Tags:

Bahwa pada tanggal 19 September 2010, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan Bupati Tegal H Agus Riyanto Ssos MM sebagai tersangka korupsi dana pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tahun 2006-2007. Bupati dituduh menjadi aktor intelektual penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp3,955 miliar (Suara Merdeka Edisi 20 September 2010).

Dalam dakwaannya, antara lain Bupati diduga berinisiatif mengalihkan pinjaman dari Bank Jateng senilai Rp 5 miliar, ke kas pribadi, dalam hal ini ke saudara M Budi Haryono selaku staf di Bagian Agraria Setda Kabupaten Tegal. Semestinya, pinjaman yang berstatus dana talangan tersebut masuk ke kas daerah.

Atas dasar tersebut, Pemkab Tegal melakukan sejumlah langkah guna proses klarifikasi terhadap Bank Jateng. Dalam hal ini, Pemkab Tegal melayangkan beberapa surat yang ditujukan kepada Bank Jateng, guna kepentingan klarifikasi, yakni:

  1. Surat Nomor 900/2105 tanggal 5 Oktober 2010 perihal permohonan data
  2. Surat Nomor 900/3122/2010 tanggal 12 Desember 2010 perihal permohonan klarifikasi dan audiensi pihak Bank Jateng dengan Pemda Kabupaten Tegal

Terkait dengan surat kedua ini, pihak Bank Jateng akhirnya memenuhi permohonan, yang direalisasikan dalam kegiatan audiensi antara Pemkab dengan Bank Jateng, yang menghadirkan mantan Pimpinan Cabang Bank Jateng Salwi, Sugiyanto bertempat di ruang kerja Bupati Tegal pada…… Nama yang disebut terakhir berstatus sebagai Pimpinan Cabang Bank Jateng saat proses pengajuan pinjaman hingga pencairan dana Jalingkos. Sementara dari pihak Pemkab diwakili oleh Bupati H Agus Riyanto Ssos MM, Wakil Bupati HM Hery Soelitiawan SH Mhum, Sekda, Kepala DPKAD, Kepala Inspektorat Kabupaten Tegal, dan yang lainnya.

Hasil dari audiensi ini, yang didokumentasikan dalam bentuk video compatc disc, memperlihatkan bagaimana proses peminjaman, pencairan hingga pengalihan ke rekening pribadi, dana talangan sebagaimana dimaksud di atas. Sebagaimana dijelaskan oleh saudara Sugiyanto, diperoleh kesimpulan fakta sebagai berikut:

  1. Benar adanya bahwa Bupati Tegal telah mengajukan pinjaman ke Bank Jateng sebagai dana talangan untuk kepentingan pembebasan tanah proyek jalingkos senilai Rp 5 miliar. Pihak Bank kemudian mengabulkan permohonan tersebut melalui proses pendandatanganan akad yang menurut pengakuan Sugiyanto dilakukan di Rumah Dinas Bupati Tegal.
  2. Pihak Bank Jateng tidak memberikan surat pemberitahuan kepada Pemkab perihal proses pencairan.
  3. Atas permohonan saudara Edy Prayitno dan M Budi Haryono, pencairan pinjaman tahap pertama sebesar Rp 500 juta agar dilakukan tunai, tetapi ditolak oleh saudara Sugiyanto atas alasan demi kejelasan administrasi transaksi
  4. Keputusan untuk mengalihkan dana talangan ke rekening pribadi M Budi Haryono adalah atas hasil rembug antara saudara Edy Prayitno dan M Budi Haryono dengan saudara Sugiyanto.
  5. Proses penarikan dana tersebut dilakukan oleh saudara Edy Prayitno dan M Budi Haryono dengan tanpa menyertakan surat kuasa. Yang bersangkutan hanya datang dengan membawa slip penarikan (kuitansi) yang telah menerakan tanda tangan Bupati.
  6. Bank Jateng tetap mencairkan pinjaman meskipun dalam pelaksanaan dana tersebut dipergunakan di luar kepentingan proyek jalingkos. Penggunaan dimaksud adalah pengadaan tanah untuk Terminal Tipe C di Desa Balamoa melalui Surat Nomor 900/1033 tanggal 23 April 2007, dan pengadaan tanah untuk Rest Area Margasari melalui surat tanpa nomor tertanggal 15 Maret 2007.
  1. Surat nomor 180/0528/2011 tanggal 7 Februari 2011 perihal permohonan penjelasan secara tertulis dari Bank Jateng perihal beberapa kejanggalan di atas. Dalam surat ini, Pemkab meminta agar selambat-lambatnya jawaban itu diberikan pada tanggal 9 Februari 2011. Namun demikian, hingga saat ini jawaban tersebut belum diberikan oleh Bank Jateng.

Terhadap beberapa kejanggalan tersebut di atas, maka kami memberikan kesimpulan dan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa saudara Sugiyanto dalam kapasitas sebagai Pimpinan Cabang Bank Jateng di Slawi telah melakukan tindakan yang tidak profesional, karena menyalahi aturan dan mekanisme atau Standar Operasional Prosedur (SOP) perbankan pada umumnya.
  2. Sebagai akibat dari tindakan tersebut, maka Pemkab Tegal ikut menanggung kerugian, lantaran dana tersebut digunakan tidak pada peruntukannya.
  3. Meminta kepada institusi Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk menetapkan ketiga aktor tersebut di atas, yakni saudara Edy Prayitno selaku Kepala Bagian Agraria Kabupaten Tegal saat itu, saudara M Budi Haryono selaku staf di Bagian Agraria, serta saudara Sugiyanto selaku Pimpinan Cabang Bank Jateng di Slawi saat itu, menjadi tersangka dalam kasus pengalihan sekaligus penyalahgunaan dana talangan proyek jalingkos.
  4. Meminta kepada Bank Indonesia untuk melakukan audit terhadap Bank Jateng terkait proses pengajuan hingga pencairan pinjaman untuk proyek Jalingkos.

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s