Bupati Ancam Bank Jateng

Posted: April 28, 2011 in Kabar
Tags:

*Kasus Pengalihan Pinjaman Daerah ke Rekening Pribadi Dianggap Ceroboh

Bupati Tegal H Agus Riyanto Ssos MM kembali secara serius menyoroti persoalan penyelamatan aset daerah. Sikap ini sebagai jawaban terutama ketika sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Tegal mempertanyakan persoalan aset daerah dalam kegiatan tanggapan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tegal mengenai Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2010.

“Sebagai Kepala Daerah, saya tentu memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menyelamatkan aset daerah, agar jelas kepemilikannya maupun mengantisipasi agar tak disalah gunakan untuk kepentingan yang merugikan daerah. Itu sebabnya saya sangat mengapresiasi sikap DPRD yang juga intens menyoroti persoalan aset ini,” ungkap Bupati di depan sejumlah wartawan, usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Tegal, Selasa (19/4) siang.

Bupati mencontohkan aset tanah di Dampyak seluas kurang lebih 1 hektar, untuk kepentingan riuslag proyek Jalingkos, yang sempat memicu permasalahan antara Pemkab Tegal selaku pemilik, dengan saudara Dedy selaku pemohon. Atas permasalahan ini, Bupati melakukan langkah pembuatan memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi, dalam kapasitas sebagai pengacara negara. “Inilah wujud keseriusan kami untuk menjaga aset yang kami miliki. Pertama, kami ingin memastikan bahwa proses ruislag ini berjalan sesuai aturan. Kedua, ini juga sebagai antisipasi terhadap potensi konflik antara Pemkab dengan pemphon ruislag. Ketiga, inilah jawaban Bupati Tegal terhadap munculnya prasangka, khusnudzon, sebagaimana dituduhkan pemohon, bahwa Bupati telah menerima uang hingga Rp 400 juta,” terangnya.

Kedua, Bupati pun diminta memberikan penjelasan seputar persoalan proyek Jalingkos yang prosesnya tersendat hingga kini. Seperti diberitakan sebelumnya,  proyek Jalingkos mengalami mangkrak lantaran anggaran untuknya dikorupsi oleh saudara Edy Prayitno SH Mhum dan M Budi Haryono, sebagaimana telah diputus oleh Pengadilan Negeri Slawi. Diberitakan juga bahwa keduanya menolak untuk mengembalikan uang  ganti rugi kepada negara senilai hampir Rp 3 milia. “Saya menjadi dilematis. Penjelasan saya terkait masalah jalingkos ini, adalah murni kewajiban saya dalam kapasitas sebagai kepala daerah. Bukan sebagai tersangka yang sedang melakukan pembenaran. Tolong loh ya, ini untuk dipahami,” tandas Bupati mewanti-wanti.

 

Konsultasi Dewan

Di depan sejumlah wartawan, Agus pun menyampaikan langkah-langlah Pemerintah Daerah paska penetapan dirinya sebagai tersangka. Dalam hal ini, Pemda melayangkan surat ke Bank Jateng untuk meminta klarifikasi terkait pengalihan pinjaman daerah ke rekening pribadi. “Mungkin bagi kebanyakan orang, begitu membaca berita soal pengalihan pinjaman daerah ke rekening pribadi M Budi Haryono, terfokus kepada saya sebagai tersangka. Tapi bagi saya, ada hal lain yang sangat mengangetkan. Yaitu, apa benar terjadi pengalihan? Sebab Bank Jateng adalah pemegang kas daerah, masa iya seceroboh itu. Ini terlepas dari saya menyuruh atau tidak, apalagi jika tidak,” katanya.

Dijelaskan, hasil dari surat itu, pada tanggal 26 Januari 2011, Bank Jateng mengirim utusan dua orang. Salah satunya mantan Pimpinan Bank Jateng Cabang Slawi, saudara Sugiyanto. “Penjelasan dari Bank Jateng pada kegiatan audiensi itu bisa dilihat di video hasil dokumentasi Bagian Humas Setda Kabupaten Tegal. Di sana bisa diketahui betapa proses pencairan pinjaman daerah sebegitu mudah Bank Jateng mengalihkan ke rekening pribadi hanya berdasarkan kesepakatan mereka bertiga (Edy Prayitno, Budi Haryono dan Sugiyanto –red). Berikutnya, Pemkab kembali melayangkan surat, meminta Bank Jateng memberikan klarifikasi tertulis, yang sampai dua bulan ini belum mendapatkan jawaban,”jelasnya.

Sehingga pada forum konsultasi antara Bupati dan DPRD yang rencananya digelar hari ini (20/4), Agus akan meminta pertimbangan tentang kemungkinan mengganti Bank Jateng sebagai pengganti kas daerah, karena nyata-nyata telah menunjukkan ketidakprofesionalan. “Apalagi, sekarang muncul banyak kasus pembobolan bank. Jangan sampai terulang kembali, terlalu banyak pihak yang menjadi repot,”

Apapun hasilnya, lanjutnya, Bupati akan melayangkan surat ke Gubernur. Di samping sebagai laporan, dia berharap Gubernur melakukan langkah-langkah evaluasi internal terhadap Bank Jateng, sehingga kasus serupa tidak akan terjadi di daerah lain. (fat)

Sumber: Radar Tegal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s